Getah Karet siapa ini?

Kemarau panjang tahun ini amat berpengaruh terhadap tingkat emosional masyarakat. Memang manusia senantiasa kurang dan kurang. Sore tadi ketika aku duduk-duduk di teras gubuk mungilku. Datangah para tetanggga akhirnya terjadilah obrolan.

Ekonomi di kampung kami sangat dipengaruhi oleh musim atau cuaca. Disaat musim kemarau ini mereka rata-rata pada mengelus dada karena penghasilan jadi minim.

Pertanian karet begitulah desaku adanya. Penduduknya rata-rata petani karet, ada juga yang masih bekerja sebagai penyadap karet. Keluarnya getah karet tentu tidak lepas dengan musim penghujan.

Yang tengah jadi obrolan justru menyangkut harga karet dan kwalitas getah karet. Demikian potongan ceritanya:

Seorang anggap saja si penju (penyadap/pemilik getah karet) berkata :” wah bagaimana kok harga karet tidak stabil bahkan bisa di bilang murah padahal mencari getahnyapun amat susah” sambil tersenyum kepada si pembe (pembeli getah karet).

” Sebenarnya hal itu tergantung kwalitas karetnya, kalau bagus, kadar air tidak tinggi ya harga jelas baik to pakde”
jawabnya.

” Ya memang sih tapi lha saya yang punya barang kok harga yang nentuin malah pembeli…..aturan saya buka harga berapa lalu silakan sampean yang nawar to pak bossssss” sahut penju.

Bersamaan dengan itu datang seorang lain ikut nimbrung

” walah aku jual karet sama bendol malah di owok-ow0k,,,,,ngajak perang wong iki pikirku. Tangannya di tekankan ke bantalan karet terus diputar sampai pecah getah karet itu,,,ya kontan aku marah..eh ndol mau kamu itu apa kok karetku kamu acak-acak begitu. Kalau ngecek karet jangan kayak begitu….dia jawab “halah mas aku kan bukan beli air tapi beli karet, jadi biar dapat karet ya begini caranya” dia juga ngotot aku gak kalah seru ngotot ” koe ki pembeli kepingin untung, penjual pingin dapat duit, kalau caranya begitu gak entuk duit aku sudah tau sekarang lagi susah getah kalau bicara air walau mbok cepet (gencet pakai benda berat RED) ya bakal metu banyune. jadi jangan terlalu begitulah kayaknya kamu ndak percaya sama aku.”…………….. Sudahlah lek maksudku gak begitu karena bila penyusutan tinggi karena kadar air kebanyakan entar kan susut bila susut nanti aku gak dapat untung juga…..kenapa? karena timbanganya jadi kurang bobot akhirnya….wah modal bisa gak keangkat” beh jan rame aku nesu-nesu dia keterlaluan ,,,

heheheheh….dari obrolan itu siapa yang salah siapa yang benar yo…..terserah pada penilaian anda….

Silakan Commentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s