Joko Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok) unggul dari Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dalam pilgub DKI Jakarta 2012 berdasarkan hasil quick count.

Memimpin Jakarta sebagai ibukota negara yang berkepulauan banyak dan berpencar di berbagai pelosok negeri tentunya mungkin mejadi sorotan banyak orang bagaimana tidak karena jika semrawut wajah kota tersebut waka bisa dianggap mewakili wajah daerah-daerah yang lain, dan yang jelas merupakan pukulan atau tendangan telak sehingga TKO bila berbagai kendala muncul mulai tatanan perkantoran, perumahan, pertanian, perairan, perdagangan, serta per-per yang lain. Pemilihan gubernur kali ini sampai tulisan ini saya buat dari calon JOKOWI – AHOK dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dalam pilgub DKI Jakarta 2012 , ternyata kemungkinan besar dimenangkan Jokowi-ahok demikian liputan detik saya kutip

Jakarta Joko Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok) unggul dari Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dalam pilgub DKI Jakarta 2012 berdasarkan hasil quick count. Jika Jokowi-Ahok definitif memimpin Jakarta berdasarkan keputusan KPU DKI, maka tugas berat pertama Jokowi adalah membenahi birokrasi di pemprov DKI Jakarta. “Pertama itu birokrasi, dia (Jokowi) harus memperbaiki birokrasi. Ditambah karena dia orang luar dari birokrasi DKI Jakarta, tapi pak Jokowi harus melakukan pendekatan birokrasi, karena ini terkait pelayanan publik dan pembangunan,” kata pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro, kepada detikcom, Kamis (20/9/2012).

Zuhro menilai keberadaan Jokowi dan Ahok yang berada di luar lingkaran birokrasi DKI Jakarta akan menjadi tantangan Jokowi dan Ahok dalam menerapkan program-programnya. Zuhro menyarankan Jokowi dan Ahok untuk memimpin Jakarta sebagai pemimpin dan bukan sebagai penguasa.”Kalau birokrasinya ‘terkotak-kotak’, nah itu akan mengkhawatirkan dan akan berat untuk pak Jokowi. Karena harapan tinggi masyarakat bisa dicapai jika beliau bisa jadi seorang ‘leader’, bukan penguasa, yang merangkul semua pihak khususnya birokrasi di DKI,” tutup Zuhro. Sebelumnya diberitakan, sejumlah lembaga survei merilis hasil akhir hitung cepat pilgub DKI. Meski dengan metode dan jumlah sampel yang berbeda, hasilnya semua hampir sama. Pasangan Jokowi-Ahok menang.

Berikut hasil hitung cepat lembaga survei pilgub DKI Jakarta:

1. Quick Count LSI-TV One: Jokowi-Ahok 53,68%, Foke-Nara 46,32%.
2. Indo Barometer-Metro TV: Jokowi-Ahok 54,11%, Foke-Nara 45,89%.
3. LSI-SCTV: Jokowi-Ahok: 53,81%, Foke-Nara 46,19%.
4. Kompas: Jokowi-Ahok: 52,97 %, Foke-Nara 47,03%
5. MNC Media-SMRC: Jokowi-Ahok 52,63, Foke-Nara 47,37%
Hitung cepat ini digelar real time dari sejumlah TPS di Jakarta. Sebagian ada yang disiarkan langsung televisi, sebagian lagi merilisnya di lokasi tertentu.

One thought on “Joko Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok) unggul dari Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dalam pilgub DKI Jakarta 2012 berdasarkan hasil quick count.

  1. Ping balik: Ubah Mid Set Mahasiswa Lewat Seminar Motivasi | bijak.net

Silakan Commentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s