Sidak Penyelewengan Pupuk Subsidi

Update Tanggal : 28-Dec-2011, 10:07:44
Sidak Penyelewengan Pupuk Subsidi, Mentan Apresiasi Polisi Depok
Sumber Berita : Biro Umum dan Humas

JAKARTA – Menteri Pertanian Suswono mengapresiasi kerja jajaran Polsek Cimangis-Polres Depok yang berhasil mengungkap adanya penyelewengan pupuk bersubsidi sebanyak 770 ton. Pupuk bersubsidi buatan PT Kujang itu tertangkap ketika hendak disalurkan ke sejumlah perkebunan di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.

”Saya salut dengan kerja Bapak-bapak polisi ini. Atas nama pemerintah dan petani, kami mengapresiasi kerja Polsek Cimanggis, Polres Deok, dan Pemkot Depok,” ungkap Mentan di Polsek Cimangis, Depok, Selasa (27/12). Mentan berharap langkah tegas ini diikuti oleh Polres dan Pemkot l;ainya..

Menteri Pertanian bersama Walikota Depok, Kejari Depok dan Kapolres Depok meninjau 770 ton pupuk urea bersubsidi yang diselewengkan itu di Polsek Cimanggis dan sebuah gudang di kawsan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Pupuk tersebut dijual dengan harga nonsubsidi, dengan modus mengganti karung kemasan.

Hal ini menimbulkan keprihatinan tersendiri bagi Mentan karena di tengah kondisi petani yang sedang kesulitan akibat masalah perubahan iklim dan penyempitan lahan, masih saja ada oknum yang tega memanfaatkan harga pupuk urea bersubsidi untuk kepentingannya sendiri.

“Ini melukai petani kita karena saat mereka sedang butuh pupuk, justru terjadi kelangkaan. Di satu sisi banyak pupuk bersubsidi yang diselewengkan,” kata Mentan saat meninjau lokasi gudang penimbunan pupuk yang diselewengkan di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Penyelewengan yang sudah berlangsung selama 3 tahun tersebut diungkap oleh jajaran Kepolisian Sektor Cimanggis, Depok setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. Penyelewengan itu melibatkan seorang oknum TNI.

Dijelaskan Mentan, pupuk produksi PT Kujang tersebut rencananya akan dijual ke beberapa perkebunan di luar pulau Jawa antara lain Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan. Dari tindakan penyelewengan yang dilakukan, para tersangka mendapatkan keuntungan sebanyak 200 juta/ 100 ton. Padahal, dalam sehari, jumlah pupuk yang berhasil diselewengkan mencapai 300 ton per hari sehingga jika dihitung secara matematis, maka keuntungan yang diperoleh yaitu 600 juta per hari.

Mengingat maraknya pemalsuan pupuk bersubsidi, Kementerian Pertanian telah menyiapkan antisipasi dengan mengganti warna pupuk urea bersubsidi dari warna sebelumnya putih menjadi pink. “Penggantian warna ini memudahkan kita untuk mengontrol pemalsuan pupuk bersubsidi. Jadi, meskipun karungnya diganti, namun warna ureanya tidak dapat dipalsu,” jelas Mentan. (diambil dari http://www.deptan.go.id/news/detail.php?id=927)

Silakan Commentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s