Desaku

Desaku bernama Suka Jaya, sebuah desa yang lahir tahun 1982 lewat prakarsa transmigrasi lokal (translok) dari desa Yabakti Kecamatan Gunung Balak Lampung Tengah dan dari desa Bukit Kemuning Lampung Utara. Suka Jaya awalnya punya kecamatan Gunung Terang dan masuk Kabupaten Kota Bumi, sesudah terjadi perkembangan pemerintahan di Indonesia maka terjadi pula perubahan kabupaten menjadi Kabupaten Tulang Bawang, dan semenjak tahun 2010 terjadi perubahan lagi menjadi kabupaten Tulang Bawang Barat.

Suka Jaya juga di sebut SP 2 Menggala C (Satuan Pemukiman 2 Menggala C) yaitu penandaan jaman pembangunan perumahan transmigrasi.

Pada saat kami datang di Suka Jaya pertama kali kami dapat jatah rumah yang sama “omah gedek separo” demikian orang ditempatku menyebutnya, yaitu rumah jatah yang memang dindingnya papan dan Cuma Separoh dari luas rumah yang di pasang dinding, tetapi kami di beri lahan tanah pekarangan 1/4 hektar (50x50meter), ladang seluas 1 hektar dan 3/4 hektar.

Untuk makan sehari-haripun kami di jatah kala itu disebut rangsum berupa beras dolog, minyak tanah, minyak goreng dan sarden yang bertuliskan ‘not for sale’. Dan guna memiliki penghasilan Pemerintahpun membantu peralatan pertanian berupa pupuk, cangkul juga sabit, ada juga tangki semprot.

Penduduk desa kami Suka Jaya terdiri hampir 90 persen jawa sisanya suku lain.Awalnya kami menerapkan pertanian palawija meliputi kedelai, jagung, padi, kacang tanah dan sayur-sayuran. Begitu jatah bantuan pupuk dari pemerintah berupa KCL, Urea dan SP36 diberhentikan, perlahan petani pindah haluan bertanam singkong. Akan tetapi karena lahan berupa tanah kering berpasir sementara rata-rata tidak mampu membeli pupuk akhirnya hasil dari singkong kurang memadai.

Dengan berkembangnya waktu rupanya masyarakat Suka Jaya mencoba menanam perkebunan berupa sawit juga pohon karet. Alhamdulillah akhirnya kini ekonomi mulai membaik karena hampir rata-rata penduduk Sukajaya mempunyai ataupun bekerja sebagai buruh penyadap karet.

Tahun 2010 pun listrik sudah merambah ke Suka Jaya yang akhirnya juga bisa membuat perkembangan baru bagi kami. Ada beberapa jenis usaha yang melibatkan listrik, misalnya penjualan barang-barang elektronika, mebel menggunakan peralatan kerja mesin listrik.

Perkembangan teknologi amatlah cepat, dunia cellularpun terbang di tempat kami namun operator yang dominan baru XL dan Telkomsel. Tapi sayangnya minat baca masyarakat masih rendah.

Yang patut di banggakan saat ini nilai-nilai budaya gotong royong masih lumayan berjalan terutama bila tetangga memperbaiki rumah untuk memasang kayu kap dan genteng tanpa diperintahpun pada berduyun-duyun membantu.

One thought on “Desaku

  1. Assalamu’alaikum Wr.Wb. Terimakasih … sungguh tulisan anda membuat saya rindu desa yg telah lama saya tinggalkan, masa kecilkupun aku habiskan di desa Suka Jaya sampai akhirnya aku harus tinggalkan desa ini untuk sebuah cita-cita yg alhamdulillah Allah telah mudahkan aku untuk meraihnya.Sungguh aku mencintaimu Desaku,TUNGGU AKU INSYA ALLAH AKAN KEMBALI……

Silakan Commentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s